the winners memories (26112010)

persiapan sebelum lomba












masih segar dipikiran setiap orang yang menyaksikan bagaimana perjuanganku dan teman-temanku untuk mengikuti Lomba Tata Upacara Bendera pada tanggal 25 November 2011. itu bukanlah hal yang mudah. demi mendapatkan piala tersebut kami semua rela tidak mengikuti pelajaran selama berminggu-minggu, latihan setiap hari, berpanas-panasan, bahkan ada beberapa orang dari kami harus berbohong dan dimarahi oleh orang tua dan guru.
pada akhirnya, usaha dan pengorbanan kami  tidak sia-sia, kami dapat merebut gelar juara 1 Lomba Tata Upacara Bendera dari tangan SMA 1 Padang.

"kebersamaan" PBB SMA3 @GOR












anggota PBB kelas 2 yang cewek


anggota PBB kelas 2

anggota PBB kelas 2 yang cewek (lg)

masih anggota pbb kelas 2 yang ber foto



nah yang ini, foto bersama kepala sekolah, bunda Monalisa saat pemberian piala.


dan nggak lupa kami ber foto dengan pembina kami tercinta buk Destini :))
 

      liatkan betapa hebohnya eforia yang dihasilkan, tapi ini hanya sebagian kecil dari apa yang kami dapat dan rasakan.
aku berharap kejadian ini akan terulang kembali di tahun ini, tahun 2011.  :))
piala juara 1 dan piala bergilir "BARU"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

the winners tears - 26112010 (detik-detik menuju kemenangan)

 detik-detik yang menegangkan saat pengumuman pemenang LTUB 2010 yang berhasil di abadikan :))











  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

my story



Sesungguhnya, aku menyukaimu
Tapi, aku takut untuk mengatakannya
Aku takut setelah aku mengatakannya
Kamu pergi dan menjauh dari ku
aku benar-benar takut kehilanganmu


sejak pertama, aku tahu saat itu pasti akan datang
saat ku tahu kamu menyukainya
dan kamu merasa lebih bahagia saat bersamanya

dan seharusnya saat itu aku bisa melepasmu
menghapus semua jejakmu dihidupku
membuatmu menghilang dari hidupku

harusnya aku bisa tegar
 tidak menangisi kepergianmu dengan sia-sia
agar aku bisa melepasmu untuknya
kataku membatin “ini untuk kebahagiaannya”

saat kamu bersamanya
hatiku membeku,dingin,  mati rasa

aku mencoba menutup rapat mataku
agar aku tak dapat menangis
tapi aku gagal, tangisku pecah terbendung
aku berkata dalam tangis
“ini untuk kebahagiaannya”

ku coba kembali menata hatiku padamu
Ku coba tersenyum melihatmu bersamanya
Sakit memang, Tapi mantra itu bisa menbuatku tabah
“ini untuk kebahagiaannya”

Terkadang aku bermimpi, Saat kita bersama
Melakukan hal-hal yang kita sukai
Saat itu dunia milik kita berdua
Dan ketika aku terbangun
Aku sadar kalau kamu sudah tidak ada
By : CFE

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PAPA




Biasanya,
bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, atau yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, atau yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu
bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu… Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti….
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa..

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papalakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papapasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama denganteman- temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta bonekabaru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak….. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak
manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu…..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya….
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa,
Ayah, Bapak, Babe, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…

By: anonim

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ketulusan

sudahlah,
aku letih dengan semua sandiwara ini,
aku terlalu penat untuk melanjutkan kepura-puraan ini

sebenarnya aku mengerti,
kalian hanya tersenyum bersamaku saat kalian membutuhkanku
saat kalian tak lagi membutuhkan ku kalian tetap tertawa
tapii...
kalian tertawa kepadaku,
bukan bersamaku.

hatiku sakit,
sakit sekali,
lebih sakit dari belati yang nyaris ku tancapkan pada perutku
lebih sakit dari pisau yang nyaris mengiris nadiku.

yaa tuhan...
kapankah hamba-Mu ini bisa mendapatkan ketulusan..???
ketulusan yang tanpa pamrih,
ketulusan yang tidak menuntut imbalan,
ketulusan yang selalu ada
walau nantinya akan berpisah.
byCFE

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS